PENGERTIAN BID’AH MACAM-MACAM BID’AH DAN HUKUM-HUKUMNYA

PENGERTIAN BID’AH Bid’ah menurut bahasa, diambil dari bida’ yaitu mengadakan sesuatu tanpa ada contoh. Sebelumnya Allah berfirman. Badiiu’ as-samaawaati wal ardli “Artinya : Allah pencipta langit dan bumi” [Al-Baqarah : 117] Artinya adalah Allah yang mengadakannya tanpa ada contoh sebelumnya. Juga firman Allah. Qul maa kuntu bid’an min ar-rusuli “Artinya : Katakanlah : ‘Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul”. [Al-Ahqaf : 9]. Maksudnya adalah : Aku bukanlah orang yang pertama kali datang dengan risalah ini dari Allah Ta’ala kepada hamba-hambanya, bahkan telah banyak sebelumku dari para rasul yang telah mendahuluiku. Dan dikatakan juga : “Fulan mengada-adakan bid’ah”, maksudnya : memulai satu cara yang belum ada sebelumnya. Dan perbuatan bid’ah itu ada dua bagian : [1] Perbuatan bid’ah dalam adat istiadat (kebiasaan) ; seperti adanya penemuan-penemuan baru dibidang IPTEK (juga termasuk didalamnya penyingkapan-penyingkapan ilmu dengan berbagai macam-macamnya). Ini adalah mubah (diperbolehkan) ; karena asal dari semua adat istiadat (kebiasaan) adalah mubah. [2] Perbuatan bid’ah di dalam Ad-Dien (Islam) hukumnya haram, karena yang ada dalam dien itu adalah tauqifi (tidak bisa dirubah-rubah) ; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Artinya : Barangsiapa yang mengadakan hal yang baru (berbuat yang baru) di dalam urusan kami ini yang bukan dari urusan tersebut, maka perbuatannya di tolak (tidak diterima)”. Dan di dalam riwayat lain disebutkan : “Artinya : Barangsiapa yang berbuat suatu amalan yang bukan didasarkan urusan kami, maka perbuatannya di tolak”. MACAM-MACAM BID’AH Bid’ah Dalam Ad-Dien (Islam) Ada Dua Macam : [1] Bid’ah qauliyah ‘itiqadiyah : Bid’ah perkataan yang keluar dari keyakinan, seperti ucapan-ucapan orang Jahmiyah, Mu’tazilah, dan Rafidhah serta semua firqah-firqah (kelompok-kelompok) yang sesat sekaligus keyakinan-keyakinan mereka. [2] Bid’ah fil ibadah : Bid’ah dalam ibadah : seperti beribadah kepada Allah dengan apa yang tidak disyari’atkan oleh Allah : dan bid’ah dalam ibadah ini ada beberapa bagian yaitu : [a]. Bid’ah yang berhubungan dengan pokok-pokok ibadah : yaitu mengadakan suatu ibadah yang tidak ada dasarnya dalam syari’at Allah Ta’ala, seperti mengerjakan shalat yang tidak disyari’atkan, shiyam yang tidak disyari’atkan, atau mengadakan hari-hari besar yang tidak disyariatkan seperti pesta ulang tahun, kelahiran dan lain sebagainya. [b]. Bid’ah yang bentuknya menambah-nambah terhadap ibadah yang disyariatkan, seperti menambah rakaat kelima pada shalat Dhuhur atau shalat Ashar. [c]. Bid’ah yang terdapat pada sifat pelaksanaan ibadah. Yaitu menunaikan ibadah yang sifatnya tidak disyari’atkan seperti membaca dzikir-dzikir yang disyariatkan dengan cara berjama’ah dan suara yang keras. Juga seperti membebani diri (memberatkan diri) dalam ibadah sampai keluar dari batas-batas sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam [d]. Bid’ah yang bentuknya menghususkan suatu ibadah yang disari’atkan, tapi tidak dikhususkan oleh syari’at yang ada. Seperti menghususkan hari dan malam nisfu Sya’ban (tanggal 15 bulan Sya’ban) untuk shiyam dan qiyamullail. Memang pada dasarnya shiyam dan qiyamullail itu di syari’atkan, akan tetapi pengkhususannya dengan pembatasan waktu memerlukan suatu dalil. HUKUM BID’AH DALAM AD-DIEN Segala bentuk bid’ah dalam Ad-Dien hukumnya adalah haram dan sesat, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam “Artinya : Janganlah kamu sekalian mengada-adakan urusan-urusan yang baru, karena sesungguhnya mengadakan hal yang baru adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat”. [Hadits Riwayat Abdu Daud, dan At-Tirmidzi ; hadits hasan shahih]. Dan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam “Artinya : Barangsiapa mengadakan hal yang baru yang bukan dari kami maka perbuatannya tertolak”. Dan dalam riwayat lain disebutkan : “Artinya : Barangsiapa beramal suatu amalan yang tidak didasari oleh urusan kami maka amalannya tertolak”. Maka hadits tersebut menunjukkan bahwa segala yang diada-adakan dalam Ad-Dien (Islam) adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat dan tertolak. Artinya bahwa bid’ah di dalam ibadah dan aqidah itu hukumnya haram. Tetapi pengharaman tersebut tergantung pada bentuk bid’ahnya, ada diantaranya yang menyebabkan kafir (kekufuran), seperti thawaf mengelilingi kuburan untuk mendekatkan diri kepada ahli kubur, mempersembahkan sembelihan dan nadzar-nadzar kepada kuburan-kuburan itu, berdo’a kepada ahli kubur dan minta pertolongan kepada mereka, dan seterusnya. Begitu juga bid’ah seperti bid’ahnya perkataan-perkataan orang-orang yang melampui batas dari golongan Jahmiyah dan Mu’tazilah. Ada juga bid’ah yang merupakan sarana menuju kesyirikan, seperti membangun bangunan di atas kubur, shalat berdo’a disisinya. Ada juga bid’ah yang merupakan fasiq secara aqidah sebagaimana halnya bid’ah Khawarij, Qadariyah dan Murji’ah dalam perkataan-perkataan mereka dan keyakinan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dan ada juga bid’ah yang merupakan maksiat seperti bid’ahnya orang yang beribadah yang keluar dari batas-batas sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan shiyam yang dengan berdiri di terik matahari, juga memotong tempat sperma dengan tujuan menghentikan syahwat jima’ (bersetubuh). Catatan : Orang yang membagi bid’ah menjadi bid’ah hasanah (baik) dan bid’ah syayyiah (jelek) adalah salah dan menyelesihi sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Artinya : Sesungguhnya setiap bentuk bid’ah adalah sesat”. Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menghukumi semua bentuk bid’ah itu adalah sesat ; dan orang ini (yang membagi bid’ah) mengatakan tidak setiap bid’ah itu sesat, tapi ada bid’ah yang baik ! Al-Hafidz Ibnu Rajab mengatakan dalam kitabnya “Syarh Arba’in” mengenai sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Setiap bid’ah adalah sesat”, merupakan (perkataan yang mencakup keseluruhan) tidak ada sesuatupun yang keluar dari kalimat tersebut dan itu merupakan dasar dari dasar Ad-Dien, yang senada dengan sabdanya : “Artinya : Barangsiapa mengadakan hal baru yang bukan dari urusan kami, maka perbuatannya ditolak”. Jadi setiap orang yang mengada-ada sesuatu kemudian menisbahkannya kepada Ad-Dien, padahal tidak ada dasarnya dalam Ad-Dien sebagai rujukannya, maka orang itu sesat, dan Islam berlepas diri darinya ; baik pada masalah-masalah aqidah, perbuatan atau perkataan-perkataan, baik lahir maupun batin. Dan mereka itu tidak mempunyai dalil atas apa yang mereka katakan bahwa bid’ah itu ada yang baik, kecuali perkataan sahabat Umar Radhiyallahu ‘anhu pada shalat Tarawih : “Sebaik-baik bid’ah adalah ini”, juga mereka berkata : “Sesungguhnya telah ada hal-hal baru (pada Islam ini)”, yang tidak diingkari oleh ulama salaf, seperti mengumpulkan Al-Qur’an menjadi satu kitab, juga penulisan hadits dan penyusunannya”. Adapun jawaban terhadap mereka adalah : bahwa sesungguhnya masalah-masalah ini ada rujukannya dalam syari’at, jadi bukan diada-adakan. Dan ucapan Umar Radhiyallahu ‘anhu : “Sebaik-baik bid’ah adalah ini”, maksudnya adalah bid’ah menurut bahasa dan bukan bid’ah menurut syariat. Apa saja yang ada dalilnya dalam syariat sebagai rujukannya jika dikatakan “itu bid’ah” maksudnya adalah bid’ah menurut arti bahasa bukan menurut syari’at, karena bid’ah menurut syariat itu tidak ada dasarnya dalam syariat sebagai rujukannya. Dan pengumpulan Al-Qur’an dalam satu kitab, ada rujukannya dalam syariat karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan penulisan Al-Qur’an, tapi penulisannya masih terpisah-pisah, maka dikumpulkan oleh para sahabat Radhiyallahu anhum pada satu mushaf (menjadi satu mushaf) untuk menjaga keutuhannya. Juga shalat Tarawih, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat secara berjama’ah bersama para sahabat beberapa malam, lalu pada akhirnya tidak bersama mereka (sahabat) khawatir kalau dijadikan sebagai satu kewajiban dan para sahabat terus sahalat Tarawih secara berkelompok-kelompok di masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup juga setelah wafat beliau sampai sahabat Umar Radhiyallahu ‘anhu menjadikan mereka satu jama’ah di belakang satu imam. Sebagaimana mereka dahulu di belakang (shalat) seorang dan hal ini bukan merupakan bid’ah dalam Ad-Dien. Begitu juga halnya penulisan hadits itu ada rujukannya dalam syariat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan untuk menulis sebagian hadits-hadist kepada sebagian sahabat karena ada permintaan kepada beliau dan yang dikhawatirkan pada penulisan hadits masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam secara umum adalah ditakutkan tercampur dengan penulisan Al-Qur’an. Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah wafat, hilanglah kekhawatiran tersebut ; sebab Al-Qur’an sudah sempurna dan telah disesuaikan sebelum wafat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka setelah itu kaum muslimin mengumpulkan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagai usaha untuk menjaga agar supaya tidak hilang ; semoga Allah Ta’ala memberi balasan yang baik kepada mereka semua, karena mereka telah menjaga kitab Allah dan Sunnah Nabi mereka Shallallahu ‘alaihi wa sallam agar tidak kehilangan dan tidak rancu akibat ulah perbuatan orang-orang yang selalu tidak bertanggung jawab. [Disalin dari buku Al-Wala & Al-Bara Tentang Siapa Yang harus Dicintai & Harus Dimusuhi oleh Orang Islam, oleh Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan, terbitan At-Tibyan Solo, hal 47-55, penerjemah Endang Saefuddin.] Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=439&bagian=0 Entry Filed under: Bid’ah. . 40 Comments Add your own 1. kasih | April 14, 2007 at 4:27 pm makasih ya kamu mmg [deleted] Balas 2. aan | April 26, 2007 at 4:26 pm ini bukan balasan tapi merupakan keluh kesah saya: saya seorang muslim yang tinggal di rumah mertua saya dilingkungan yang sangat sering melakukan bid’ah dan bahkan apabila ada seorang muslim yang mempertanyakan atau menentang atau tidak mengamalkannya dianggap musuh dan tidak dari golongannya dan selalu diintai keburukannya,.. saya sendiri merasa bingung dalam menentukan pilihan karena saya sendiri masih merasa dangkal mendalami agama… bagaimana menghadapinya? tolong bagi siapa saja yang membaca email saya, saya minta tanggapannya… Balas 3. suprawoto | Mei 9, 2007 at 7:41 am mohon infonya perihal kitab terjemah pembahasan tentang bid’ah menurut salafy sebagai bagian upaya menambah ilmu karena umum kita mendengar dan melihat sebagian dari kaum muslimin masih memandang pengertian dengan dasar yang bermacam-macam. Balas 4. cahayasunnah | Mei 27, 2007 at 5:32 pm mas suparwoto, ini bukunya : Al-Wala & Al-Bara Tentang Siapa Yang harus Dicintai & Harus Dimusuhi oleh Orang Islam, oleh Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan, terbitan At-Tibyan Solo Balas 5. cahayasunnah | Mei 27, 2007 at 5:37 pm untuk mas aan, mudah2an Alloh memudahkan urusan antum, urusan kita seluruh kaum muslimin. langkah pertamanya kita harus belajar Islam lebih giat lagi, supaya meningkatkan ketaqwaan kita, syukur2 bisa berda’wah dengan ‘amal-’amal kita yang baik. dan satu kuncinya mas SABAR. Balas 6. cahayasunnah | Mei 27, 2007 at 5:39 pm Untuk Kasih, SEGALA PUJI HANYA BAGI ALLOH TUHAN SEMESTA ALAM, semoga Alloh Subhanahu wa ta’ala mencintai antum, menyayangi antum, dan menambah keutamaan bagi antum. menambah ilmu yang bermanfaat dan kefahaman atasnya. menganugerahkan rizki yang baik. dan amal-amal yang diterima Alloh Subhanahu wa ta’ala. Balas 7. nadiyyah | Juni 29, 2007 at 12:38 pm di kampus saya di padang, kata2 bid’ah itu jadi cemoohan gitu….radahal emang banyak yang berbuat bid’ah sih…untuk sekarang, saya cuma bisa ngasih pengertian ama temen2 deket aja… Balas 8. cahayasunnah | Juli 1, 2007 at 9:15 am Saudara Nadiyyah, Mereka melalukan hal tersebut karena ketidaktahuan mereka, mudah2an kita bisa sabar menghadapinya. Ya, mudah2an keadaan segera membaik, terlebih Padang itu menurut sejarahnya merupakan tempat perjuangan tokoh besar Islam di Indonensia yakni Imam Bondjol. Memang dimulai dengan orang2 terdekat terlebih dahulu Semoga Alloh memudahkan segala urusan kita dalam kebaikan. Jazakallooh Balas 9. husna | Agustus 29, 2007 at 9:43 pm makasih banyak Balas 10. japra_tea | Nopember 15, 2007 at 2:30 pm “sesungguhnya setiap bentuk bid’ah adalah sesat” 100% saya meyakini itu, tetapi ketika dihadapkan dengan kenyataan yang ada banyak kaum Salafy (karena mereka menamakannya demikian) menggunakan HP, mempunyai kulkas, AC dan alat rumah tangga modern. juga naik mobil. malah tidak sholat di mesjid. mohon pencerahannya. karena pernyataan ” tidak ada bidah hasanah” saya juga meyakini nya 100%. damai wahai pemeluk islam,,, Balas 11. tia | Nopember 28, 2007 at 9:07 pm menanggapi coment japra_tea diatas, menurut saya pendapat bahwa hp, kulkas,ac dll itu bukan termasuk bi’ah, karena bid’ah itu hanya pada ibadah, sedangkan hal2 diatas bersifat mu’amalah atau keduniawian Balas 12. abu umar bagharib | Desember 3, 2007 at 4:04 pm “semoga kita semua mendapat cahaya sunnah, amin..” mohon kalau tidak keberatan saya diberi tahu adakah pembagian macam-macam bid’ah di atas berdasarkan al quran atau hadits nabi, atau hanya pendapat ulama yang mu’tabar saja dari kalangan sahabat, tabiin..atau siapakah? jangan sampai pembagian bid’ah diatas justru dapat menjadi bid’ah yang baru, karena kalau itu tak ada sandarannya…bukankah menentukan definisi dan pembagian seperti di atas yang merupakan definisi agama/syariah justru merupakan bid’ah yang baru…mohon pencerahannya.i Balas 13. heru | Januari 12, 2008 at 3:42 pm mengapa di masyarakat kita banyak sekali perbuatan bi’dah mungkin karena dangkalnya pemahaman terhadap pengertian/arti dari sunnah yaitu segala perbuatan yang jika dilakukan berpahala dan jika tidak tidak apa2. akibatnya banyak masyarakat yang melebih-lebihkan dalam beribadah (yang tidak ada contohnya) dengan harapan mendapatkan pahala sunnah dg tidak memperhatikan akibat jangka panjang dari perbuatannya tersebut. apa jadinya 100 tahun kemudian jika perbuatan bid’ah masih terus dilakukan saat ini? Balas 14. iffo | Januari 22, 2008 at 4:27 pm jangan mem-bidah-kan sesuatu tanpa ilmu, tanpa dasar, atau dengan hawa nafsu. segala sesuatu selama tidak keluar dari syariat, apalagi di dalamnya ada kegiatan mengagungkan Allah, memuji Allah, dlsb. bagaimana suatu dzikir dapat dikatakan suatu bidah “c]. Bid’ah yang terdapat pada sifat pelaksanaan ibadah. Yaitu menunaikan ibadah yang sifatnya tidak disyari’atkan seperti membaca dzikir-dzikir yang disyariatkan dengan cara berjama’ah dan suara yang keras. Juga seperti membebani diri (memberatkan diri) dalam ibadah sampai keluar dari batas-batas sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam” Segala sesuatu dikembalikan kepada niat, inna mal a’malu bi niat. apakah bapak merasa suci sampai menghakimi bagaimana cara orang dalam mengagungkan Allah. jika dzikir berjamaah adalah bidah, banyak majelis dzikir di jakarta. misalnya ustz Arifin Ilham. apakah bapak membid’ahkan kegiatan itu. banyak majelis binaan para habib juga mengadakan majelis dzikir. bagaimana bapak menjelaskan hal itu. jika itu adalah sesuatu yang bidah. demi Allah, yang mengetahui dalam setiap niat, dan dalam setiap dada hambaNya. biarlah orang beribadah. selama tidak sesat dan masih ada cahaya aqil dalam dadanya. Balas 15. Wawan | Februari 9, 2008 at 2:51 pm Menanggapi dari Iffo bahwa majelis dzikir seperti yang dikatakan diatas adalah memang kegiatan Bid’ah. Apapun dalam bentuk peribadatan kepada ALLAH, SWT yang dianggap baik tetapi tidak ada tuntunannya dari Rasul, Sahabat Rasul, para Tabiin adalah Bid’ah. Ingatlah SEGALA MACAM BID’AH itu adalah SESAT. Walaupun didalam hatinya ada niat yang baik untuk beribadah atau memuja kepada ALLAH. Kenapa kita harus melakukan itu ?? kenapa tidak yang seperti diajarkan Rasulullah, SAW ?? kenapa kita harus membuat suatu ibadah yang baru (sekali lagi walaupun dikatakan baik) . Jadi kesimpulannya, Majelis Dzikir itu Bid’ah. Bid’ah adalah sesat. Sesat adalah Neraka. Jadi Majelis Dzikir nanti tempatnya di Neraka !! Naudzubillah Min dzalik. Balas 16. yayat hendrayana | Februari 20, 2008 at 11:00 am ah saya hanya meyakini bahwa baik salafi,jamaah tabligh, NU,PERSIS, Muhammadiyah semua sama islam…dan menyembah ALLAH SWT…. jangan mudah membid’ahkan sesama muslim yang beribadah khusyu dan tawadhu…jika kita merujuk bahwa nabiyallah ya habiballah sayidinna muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan akhlaq haruslah kita ikuti bukan budaya arabnya yang kita ikuti,,,,apa yang sudah baik dan sejalan di dalam masyarakat indonesia (yang muslim) serta ada didalam aturan islam…teruslah laksanakan secara baik…toh tidak semuanya yang ada didalam hukum masyarakat indonesia bertentangan dengan sunah …. pengetahuan kita yang terbatas seringkali mengkungkung pikiran kita dalam meng-persepsikan dan mengartikan negatif terhadap isla, yang universal…..maka kepada anda yang ber-islam dan berpengetahuan islam, terapkan itu ..kaum atau golongan kita belum tentu lebih baik dari golongan lain,,,,,diatas langit ada langit…tapi jika kita sudah bertauhid allah swt dan beraqidah islam serta sudah beriman haruslah menerapkan bahwa umat islam adalah satu…. jika kaum salafi menganggap begitu mudahnya membid;ahkan yang lain…saya memohon kepada anda untuk menghentikan itu semua…… terimakasih Balas 17. yayat hendrayana | Februari 20, 2008 at 11:06 am saya attachkan mengenai sholwat semoga bagi kaum yang menamakan dirinya salafi menjadi faham SHOLAWAT 1. Apakah pengertian Sholawat ? Sholawat menurut arti bahasa adalah :‘’ DO‘A‘’ Menurut istilah adalah: • Sholawat Alloh SWT kepada Rosululloh SAW berupa Rohmat dan Kemuliaan( Rahmat Tadhim ) • Sholawat dari malaikat yang kepada Kanjeng Nabi SAW berupa permohonan rahmat dan kemuliaan kepada Allah SWT untuk Kanjeng Nabi Muhammad SAW sedangkan selain Kanjeng Nabi berupa permohonan rahmat dan ampunan • Sholawat orang–orang yang beriman ( manusia dan jin ) ialah permohonan rohmat dan kemuliaan kepada Allah SWT. untuk Kanjeng Nabi SAW, seperti : ALLOHUMMA SHOLLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD 2. Sebutkan dasar membaca Sholawat ! Dasar membaca Sholawat kepada Kanjeng Nabi SAW adalah : Firman Alloh SWT dalam surat Al Ahzab ayat. 56: Artinya: ‘‘ sesungguhnya Allah beserta para malaikatnya senantiasa bersholawat untuk Nabi SAW. Hai orang-orang yang beriman bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkan salam penghormatan padanya (Nabi SAW.). 3. Bagaimana hukumnya membaca ? jelaskan ! Mengenai hukum membaca Sholawat, ada beberapa pendapat dari Ulama ada yang Wajib Bil Ijmal, wajib satu kali semasa hidup, adapula yang berpendapat Sunnah .pendapat yang paling masyhur adalah Sunnah mu’akkad akan tetapi membaca Sholawat pada akhir Tasyahhud akhir dari sholat adalah Wajib, oleh karena itu sudah menjadi rukunnya sholat. 4. Kita Di samping mempersatukan pendapat para ulama tentang kedudukan hukumnya membaca Sholawat diatas yang lebih penting adalah menyadari denan konsekwen bahwa membaca Sholawat kepada Nabi SAW merupakan kewajiban Moral dan keharusan budi nurani tiap–tiap manusia lebih–lebih kita kaum mu’minin, apa sebabnya! karena disebabkan : • Kita diperintah membaca Sholawat seperti ayat di atas. • kita semua berhutang budi kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW yang tidak terhitung 3. Banyak dan besarnya , dhohiron wa batinan Syafa’atan wa Haqiqotan. Faedah dan manfa’at membaca Sholawat kembali kepada yang membaca sendiri, keluarganya, masyarakat dan makhluk lain ikut merasakannya bacaan Sholawat tersebut. 5. Apa tujuan membaca sholawat dan bagaimana adabnya ? Tujuan dari membaca Sholawat adalah Ikraman, tadhiman wa Mahabbah kepada Kanjeng Nabi SAW. Didalam membaca Sholawat kita harus memperhatikan adab– adab dalam membaca Sholawat tersebut. Adapun adab–adab dalam membaca Sholawat antara lain : • Niat ikhlas beribadah kepada Alloh SWT tanpa pamrih. • Tadhim dan mahabbah kepada Rosululloh SAW. • Hatinya HUDHLUR kepada Alloh SWT dan ISTIHDLOR ( merasa berada di hadapan Rosululloh SAW) • TAWADDU’ ( merendahkan diri ), merasa butuh sekali kepada pertolongan Alloh SWT, butuh sekali Syafa‘at Rosululloh SAW. Adab tersebut merealisasi sabda Rosululloh SAW, sbb : Artinya ‘‘ Ketika kamu sekalian membaca Sholawat kepada KU maka bagusilah bacaan Sholawat mu itu . sesungguhnya kamu sekalian tidak mengerti sekirannya hal tersebut diperlihatkan kepadaKU ‘‘ 6.Apakah Manfa’at dan faedah membaca Sholawat Manfa’at dan faedah membaca Sholawat antara lain : • Membaca Sholawat satu kali, balas Alloh SWT rohmat dan maghfiroh sepuluh kali, membaca sepuluh kali dibalas 100 X dan seratus kali membaca Sholawat dicatat dan dijamin bebas dari munafik dan bebas dari neraka, disamping digolongkan dengan para Syuhadak. bersabda : “Barang siapa membaca sholawat kepada-Ku 10x, maka Alloh SWT membalas Sholawat kepadanya 100x, dan barang siapa membaca Sholawat kepadaku 100x, maka Alloh SWT menulis pada antara kedua matanya; “bebas d2ri munafzq dan bebas dari neraka “, dan Alloh SWT menempatkan besok pada Yaumul Qiyamah bersama-sama dengan para Syuhadak”. • Sebagai amal kebagusan, penghapusan keburukan dan sebagai pengangkat derajat si pembaca Sholawat. . Rosulullooh SAW bersabda ”Ya benar, telah datang kepada-ku seorang pendatang dari Tuhan-Ku kemudian berkata : barang siapa diantara ummat-mu membaca Sholawat kepada-mu satu kali, maka sebab bacaan Sholawat tadi Alloh SWT menuliskan baginya 10 kebaikan, dan mengangkat derajatnya 10 tingkatan, dan.Alloh SWT membalas sholawat kepadanya sepadan dengan sholawat yang ia baca “. 7. Manusia yang paling banyak membaca Sholawat , dialah yang paling utama disisi Rosululloh SAW dan yang paling dekat dengan Beliau besok di hari qiyamat Rosulullooh SAW bersabda : “Sesungguhnya manusia yang paling utama disisi-ku pada hari Qiyamah adalah mereka yang paling banyak bacaan Sholawatnya kepada-Ku” ROSULULLOH SAW BERSABDA : ‘Yang paling banyak diantara kamu sekalian bacaan sholawatnya kepada-Ku, dialah paling dekat dengan Aku besok dt hari Qiyamat. (DARI KITAB SA’ADATUD DAROINI HAL : 58). 8. Sholawat berfungsi Istighfar dan memperoleh jaminan maghfiroh dari Alloh SWT. ROSULULLOH SAW BERSABDA : “Bacalah kamu sekalian sholawat kepada-Ku, maka sesungguhnya bacaan Sholawat kepada-Ku itu menjadi penebus dosa dan pembersih bagi kamu sekalian dan barang siapa membaca Sholawat kepada-ku satu kali, Alloh SWT membalas kepadanya sepuluh kali (RIWAYAT IBNU ABI ‘ASHIM DARI ANAS bin’ MALIK) 9. Sholawat merupakan pengawal do‘a dan memperoleh keridhoan serta pembersih amal–amal kita. ROSULULLOH SAW BERSABDA ‘Sholawat kamu sekalian kepada-Ku itu merupakan pengawal bagi do’a kamu sekalian dan memperoleh keridloan Tuhan-mu, dan merupakan pembersih amal-amal kamu sekalian (RIWAYAT DAELAMI DARI SAYYIDINA ‘ALI KAROMALLOOHU WAJHAH). • Merupakan kunci pembuka hijabnya doa hamba kepada Alloh SWT dan menjadi jaminan terkabul nya semua do‘a. ROSULULLOH SAW BERSABDA: “Segala macam doa itu terhijab~ (terhalangltertutup), sehingga permulaannya berupa pujian kepada Alloh ‘Azza wa Jalla dan sholawat kepada Nabi SAW kemudian berdo’a, maka do’anya itu diijabahi”. (RIWA YA T IMAM NASAI). • Orang yang membaca Sholawat 100 X setiap hari, akan di kabulkan 100 maca, hajat oleh Alloh SWT, yang 70 macam untuk kepentingan akhirat danyang 30 macam untuk kepentingan di dunia ROSULULLOH SAW BERSABDA: “Barang siapa membaca Sholawat kepada-KU tiap hari 100 kali, maka Alloh SWT mendatangkan 100 macam hajatnya, yang 70 macam untuk kepentingannya di akhirot, dan yang 30 macam untuk kepentingannya di dunia ” * (DIKELUARKAN OLEH IBNU MUNDIR DARI JABIR). • Orang yang membaca Sholawat 1000 X setiap hari, tidak akan mati sehingga dia melihat tempatnya di sorga. ROSULULLOH SAW BERSABDA: ‘Barang siapa membaca Sholawat kepada-Ku tiap hari seribu kali, dia tidak akan mati sehingga dia melihat ,tempatnya di surga”. (DARI ANAS bin MALIK). • Orang yang menulis Sholawat dimohonkan ampunan oleh para Malaikat ROSULULLOH SAW BERSABDA: “Barang siapa yang menulis sholawat kepada-Ku di dalam suatu kitab, maka Malaikat tidak henti-hentinya memohonkan ampun baginya selagi namaKU masih berada di dalam Kitab itu “. • Bacaan Sholawat menjadi NUR pada hari Qiamat ROSULULLOH SAW BERSABDA: ” Hiasilah ruangan tempat pertemuanmu, dengan bacaan Sholawat kepada-Ku, maka sesungguhnya bacaan Sholawat kamu sekalian kepada-Ku itu menladi ‘NUR” dihari Qyamat” (DIRIWAYATKAN DARI ANAS bin MALIK) • Bacaan Sholawat dapat untuk mencuci hati ( operasi mental ). ROSULULLOH SAW BERSABDA: ‘Segala sesuatu itu ada alat . pencuci dan pembasuh. Adapun alat pencuci hati seorang mu’min dan pembasuhnya dari kotoran yang sudah melekatIsudah berkarat itu dengan membaca Sholawat kepada-Ku -.(SA’AADA TUD DAROINI HAL : 511). • Sholawat akan melancarkan semua usaha dan menghilangkan semua kesulitan hidup yang dihadapi. ROSULULLOH SAW BERSABDA: Barang siapa yang merasa sulit/ sukar menempuh sesuatu, maka sesungguhnya Sholawat itu akan membuka kesulitan dan menghilangkan kesusahan”. (H.R. THOBRONI DARI ABI HUROIROH RAJ. 10. Kecaman terhadap orang yang tidak membaca Sholawat Kecaman terhadap orang yang tidak membaca Sholawat antara lain : • Dia tidak akan melihat wajah Rosulullah SAW Sabda rosulullooh Saw : ” Tidak akan bisa melihat wajah-Ku tiga macam orang. satu, orang yang durhaka kepada kedua orangtuanya, nomor dua, orang yang meninggalkan (tidak mengerjakan) Sunnah-ku, dan tiga, orang yang tidak-membaca Sholawat kepada-Ku ketika (mendengar) Aku disebut di dekatnya (HADITS MARFU’ DARI AISYAH RA). • Tidak sempurna agamanya. Sabda rosulullooh Saw : ‘Barang siapa tidak mau membaca Sholawat kepada-Ku, maka tidak dianggap sempurna agamanya “. (RlWAYAT IBNU HAMDAN DARI IBNU MAS’UDI). • Dia termasuk sebakhil–bakhil manusia. Sabda rosulullooh Saw “Barang siapa (mendengar) Aku disebut di dekatnya dan tidak membaca Sholawat kepada-Ku, maka dia itulah sebakhil-bakhil manusia” (RIWAYAT IBNU ABI ASHIM DARI ABI DZARRIN AL-GHIFFARI). • Dia bukan golongan Rosululloh SAW. Sabda rosulullooh Saw “Barang siapa (mendengar) Aku disebut, didekatnya dan tidak membaca Sholawat kepadaKu, maka dia bukan dari golongan-Ku dan Akupun bukan dari golongan dia. Kemudian Rosululloh SAW melanjutkan sabdanya (dalam bentuk doa : Yaa Alloh, pertemukanlah orang yang suka berhubungan dengan Aku. dan putuskanlah (hubungan) orang yang tidak mau berhubungan dengan Aku (DIRIWAYATKAN DARI ANAS bin MALIK). 11. Jelaskan Keistimewaan membaca Sholawat pada hari jumat ! Keistimewaan membaca Sholawat pada hari jumat siang ataupun malam diterima langsung oleh Rosululloh SAW sendiri. “Perbanyaklah membaca Sholawat kepada-Ku pada tiap hari Jum’at, maka sesungguhnya bacaan Sholawat ummat-Ku pada tiap hariJumat itu diperlihatkan kepada-Ku “(Diriwayatkan oleh Baihaqi dengan sanad Hasan dari Abi Umamah) 12. Bagaiman pandangan para ulama mengenai sholawat ? Banyak pandangan–pandangan dan pendapat para ulama mengenai Sholawat. ada yang di angkat dari qoidah–qoidah agamis dan ada pula yang berdasarkan atas keyakinan dan pengaruh zaman Dzauqiyah dan hasil–hasil dari mukasyafah antara lain : a. Bacaan Sholawat adalah jalan kesurga kata Abu Huroiroh RA.: “Membaca Sholawat kepada Kanjeng Nabi SAW adalah jalan menuju ke sorga “. b. Memperbanyak bacaan Sholawat suatu tanda golongan / ahli sunnah kata Sayyidina ‘Ali Zainul ‘Abidin bin Husain bin ‘Ali bin Abi Tholib Rodliyallohu anhum : “Tanda-tanda ahli Sunnah ialah memperbanyak bacaan Sholawat kepada Kanjeng Nabi Sholialloohu ‘alaihi wa Sallam “. c. Jalan yang paling dekat kepada Alloh SWT pada akhir zaman. Jalan yang paling dekat (menuju) kepada Alloh SWT pada akhir Zaman khususnya bagi orang-orang yang berlarut-larut banyak dosa, adalah memperbanyak istighfar dan membaca Sholawat kepada Nabi SAW”.(Dari Kitab Sa`aadatud Daroini). d. Untuk menjernihkan hati dan Marifat Billah. “Sesungguhnya membaca Sholawat kepada Kanjeng Nabi SAW itu (dapat) menerangi hati dan mewushulkan tanpa guru kepada Alloh SWT Dzat yang Maha Mengetahui segala perkara Ghaib “.. (Sa’aadatud Daroini Hal : 36). f. Sholawat dapat mewusulkan tanpa guru. “Secara keseluruhan, membaca Sholawat kepada Nabi SAW itu (dapat) mewushulkan kepada Alloh SWT tanpa guru. Oleh karena sesungguhnya Guru dan Sanad di dalam Sholawat itu adalah Shoohibush Sholawat (Ya’ni Rosululloh SAW), oleh karena Sholawat itu diperlihatkan kepada Beliau SAW dan Alloh SWT membalas (memberi) Sholawat kepada si Pembaca Sholawat. Berbeda dengan lainnya Sholawat dari bermacam-macam dzikir itu (harus) ada guru (mursyid) yang arif Billah. Kalau tidak, maka syetan akan masuk ke dalam amalan dzikir itu dan orang yang dzikir tidak dapat memperoleh manfaat daripada dzikirnya”. (Juga disebutkan dalam Saaadatud Daroini hal : 90). g. Sholawat diterima secara mutlak oleh Alloh SWT. Kata Syekh Showi dalam Tafsir showinya : ‘Dan sesungguhnya para Ulama’ sudah sependapat bahwa sesungguhnya bermacam-macam amal itu ada yang diterima dan ada yang ditolak terkecuali Sholawat kepada Nabi SAW. Maka sesungguhnya Sholawat kepada Nabi SAW itu “Maqbuulatun Qothl’an “(pasti diterima) “. (Taqriibul Ushul Hal : 5 7). f. Menambah rasa cinta kepada Allah SWT wa Rosulihi SAW. “Berkata AI-Allamah Syamsuddin bin Qoyyim dalam Kitabnya Jalaail afham : sesungguhnya Sholawat itu menjadi sebab langsungnya rasa cinta kepada Alloh SWT wa Rosulihi SAW & dapat meningkat berlipat-lipat rasa cintanya. Cinta yang demikian itu menjadi ikatan daripada beberapa ikatannya iman, dimana iman itu tidak bisa sempurna kecuali dengannya -. g. Tercetaknya pribadi Rosululloh SAW dalam hati orang yang membaca Sholawat. Setengah dari pada faedah membaca Sholawat yang paling besar adalah tercetaknya Shuroh Rosululloh SAW di dalam hati si pembaca Sholawat (Sa’aadatud Daroini Hal : 106). h. Orang yang ahli Sholawat ketika sakaratul maut dirawuhi oleh Beliau SAW. “Barang siapa keadaan hidupnya memperbanyak Sholawat kepada Rosululloh SAW, maka ia berhasil mendapat kebahagiaan yang besar sekali, karena ketika sakarotul Maut Rosululloh SAW rawuh di hadapannya (Sa’aadatud Daroini Ha : 516). i. Mudah mimpi ketemu Rosulullooh saw. “Sesungguhnya memperbanyak Sholawat dengan mernakai redaksi yang mana saja berfaedah bisa bermimpi ketemu Rosululloh SAW, dan apabila berhasil dengan sungguh-sungguh memperbanyak serta membiasakan/ melanggengkan, maka pembaca Sholawat itu meningkat bisa melihat Rosululloh SAW dalam keadaan jaga “. Beliau almukarom Asy Syekh Al-’Arif Billah Romo K.H. Abdoel Majid Ma’roef Mualif Sholawat Wahidiyyah berkata antara lain ”Membaca sholawat adalah termasuk ibadah sunnah yang paling mudah. Artinya tidak ada syarat-syarat tertentu seperti pada ibadah-ibadah sunnah lainnya. Dan diberi bermacam-macam kebaikan yang tidak diberikan didalam ibadah-ibadah sunah lainnya seperti membaca Qur’an , dzikir, sholat sunnah dan lainnya. Yaitu membaca sholawat spontan menerima Syafa’at dari membaca sholawat itu sendiri. Disamping itu membaca Sholawat sudah mengandung dzikir, istighfar dan mengandung Do’a Li-Qodloil hajat. ini bukan berarti dengan membaca sholawat, tidak usah yang lain-lain bukan berarti begitu tapi kita harus ‘‘YUKTI KULLAA DZI HAQQIN HAQQAH”.dengan mengisi di segala bidang .” 13. Segalah macam Sholawat mempunyai kedudukan yang sama tetapi satu dengan yang lain mempunyai fadlilah yang berbeda – beda, apa sebabnya ! Segalah macam Sholawat mempunyai kedudukan yang sama tetapi satu dengan yang lain mempunyai fadlilah yang berbeda – beda, ini di sebabkan adanya beberapa faktor yang berpengaruh terhadap fadlilah Sholawat yaitu disamping dari Alloh SWT dan Syafaat Rosululloh SAW, falilahnya ada hubungannya dengan : • Kondisi Muallif Sholawat terutama kondisi batiniyah • Susunan Redaksi Sholawat • Situasi dan kondisi masyarakat ketika Sholawat itu di ta‘lif • Tujuan Sholawat itu di ta‘lif • Situasi dan kondisi si pembaca Sholawat. • Adab lahir dan batin ketika membaca Sholawat. 14. Macam macam Sholawat dapat di golongkan menjadi 2 golongan yaitu Sholawat Ma‘tsuroh Sholawat Ghoiru Matsuroh. Jelaskan ! a. Sholawat Ma‘tsuroh : Sholawat yang redaksinya langsung dari Alloh SWT misalnya Sholawat Ibrohimiyah, yaitu seprti dalam bacaan Tasyahhud akhir Sholawat tersebut tidak ada kalimat SAYYIDINAnya. Ini menunjukkan akan keluhuran budi Kanjeng Nabi SAW, selalu sederhana dan tawaddu,yang harus di tiru oleh para umat , adapun kita sering membaca kalimat Sayyidina itu ditambahkan dari para sahabat, sebagai pernyataan penghormataan , ikroman wa mahabbatan. firman Alloh SWT : janganlah kamu sekalian memanggil / menyebut pada Rosul seperti halnya engkau memanggil / menyebut diantara kamu sekalian”. Sabda Rosululloh SAW : . ”Saya gusti (pemimpinnya) anak cucu Adam tidak Saya tonjol-tonjolkan (sombong) dan saya permulaannya orang yang dibangunkan dari kubur, dan Saya permulaannya orang yang memberi Syafa’at (pertolongan), dan permulaannya orang-orang yang mendapat syafa’atNYA, ditangan saya benderanya pujian & dibawah bendera itu Nabi Adam AS beserta anak cucunya”. b. Sholawat Ghoiru Matsuroh : Sholawat ghoiro ma’tsuroh yaitu: yaitu sholawat yang disusun oleh selain kanjeng nabi SWT yaitu : yaitu oleh para sahabat, tabi’in, ailiyak, para ulama’ dan umumnya orang islam. Misalnya: Shollawat nariyah, munjiyat, badawi, bardah dan masih banyak lagi. Diantara sholawat Wahidiyyah. 15. Macam-macam nama sholawat dapat dibagi 2 bagian sebutkan !. Macam-macam nama sholawat dapat dibagi 2 bagian yaitu : • Nama sholawat yang disesuaikan dengan maksud Do’a yang terkandung didalamnya . misalnya : Sholawat Wahidiyyah, Nariyyah. • nama sholawat disesuaikan dengan nama muallifnya. Misalnya: sholawat badawi (Disusun oleh imam badawi), sholawat masyisiyah (disusun oleh syekh abdul salam Bin Masysyi Ghouts Fii Zamanihi). 16. Ada berapa macam redaksi sholawat ? sebutkan ! Ada berapa macam redaksi sholawat yaitu : a. Sholwat yang berbentuk permohonan kepada Allah SWT seperti : ALLOHUMMA SHOLLI ‘AALA SAYYIDINAA MUHAMMAD b. Sholawat yang langsung dihaturkan kepada beliau nabi muhammad SAW misalnya : ASSHOLAATU WASSALAAMU ‘ALAIKA WA ‘ALAA ALIKA YAA SAYYIDII YAA ROSULALLOH c. Sholawat yang redaksinya hanya merupakan kalam khobar : SHOLLALLOHU ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD. 17. Bagaiman Kisah membacanya Sholawat Nabi Adam AS dan Nabi Musa A.S kepada Muhammad SAW Kisah membacanya Sholawat Nabi Adam AS dan Nabi Musa A.S kepada Muhammad SAW adalah : • Kisah Nabi Adam AS membaca Sholawat kepada Rosululloh SAW. Diceritakan dalm Hadits (Sa’aadatud Daroini hal;88). Ketika Alloh SWT ‘azza,waJalla telah menciptakan Nabi Adam AS nenek moyang kita dan setelah membukakan penglihatan matanya, maka memandanglah Nabi Adam AS pada ‘ARSY dan melihat tulisan ‘MUHAMMAD’ diatas ‘PENDOP0′-NYA’ARSY, maka maturlah kepada Alloh,-: Duhai Tuhanku, adakah orang yang lebih mulya disampingMU selain aku”.Jawab Alloh SWT: “Benar, Yaitu nama seorang Nabi dari keturunan-mu yang lebih mulya disamping-MU dari pada engkau.Dan jika tidak karena Dia, AKU tidak menciptakan langit, bumi,surga dan neraka” Setelah Alloh menciptakan Ibu Hawa dari tulang rusuk kiri Nabi Adam AS, maka Nabi Adam AS mengarahkan pandangannya keatas dan terlihatlah olehnya “satu makhIuq” yang lain dari padanya seorang wanita cantik jelita yang karenanya Alloh SWT memberikan rasa syahwat kepada Nabi Adam AS. Dan ketika itu maturlah Nabi Adam AS kepada Alloh SWT : Maturnya : Muhai Tuhanku, siapakah gerangan itu ? Jawab Alloh : ‘Itu Hawa”. Nabi Adam AS: “Kawinkanlah aku Yaa Alloh dengan dia”. Alloh SWT : “Beranikah engkau membayar maskawinnya ?” Nabi Adam AS: “Berapakah maskawinnya ? Alloh SWT :”Supaya engkau membaca Sholawat kepada yang mempunyai nama (Muhammad SAW), 10 kali”. Nabi Adam AS: “JIka kulakukan itu apakah Tuhan telah mengawinkan dia dengan aku?” Alloh SWT : “Benar demikian”. Kemudian Nabi Adam AS membaca Sholawat sepuluh kali kepada Junjungan kita Kangeng Nabi Besar Muhammad SAW. Maka bacaan Sholawat sepuluh kali itu sebagai maskawinnya Ibu Hawa. . KISAH NABI MUSA MEMBACA SHOLAWAT KEPADA ROSULULLOH SAW. Dikisahkan di dalam Kitab “Syifa’ul Asqom”, Syekh Al Hafidz Abi Nuaem menceriterakan bahwa menurut hadits ada diceriterakan wahyu Alloh SWT kepada Nabi Musa AS sebagai berikut : Firman : Alloh *”Wahai Musa, apakah-engkau ingin AKU ‘ lebih dekat kepadamu dari dekatnya kalammu terhadap lesanmu, supaya AKU lebih dekat kepadamu daripada dekatnya pandangan matamu terhadap matamu dan supaya AKU lebih dekat kepadamu daripada dekatnya rohmu terhadap badanmu. ? Jawab Nabi Musa AS : “benar duhai Tuhanku”. Firman Alloh : “Perbanyak membaca Sholawat kepada Muhammad Nabi-KU” Balas 18. fian | Februari 26, 2008 at 12:23 pm sudahlah… anda tidak berhak menghakimi, belum tentu tafsiran anda benar. terlalu “keras dan kaku” memaknai Sabda Rasul. Oke! Peace… Balas 19. noviandi | Maret 14, 2008 at 9:28 am Bid’ah adalah salah satu perbuatan yang menyebabkan kerusakan /bencana baik bencana kemanusiaan dan bencana alam dan yang paling berbahaya adalah ancaman allah dan penjelasan rasul terhadap orang yang melakukan bid’ah yaitu hadits riwayat bukhari dan tharmidzi :Allah tidak menerima dari ahli bid’ah sholatnya, puasnya,shadakohnya,hajinya ,umrohnya,perbuatan taubatnya,berlaku adilnya dan jihadnya, ia telah keluar dari islam sebagaimana keluarnya rambut dari tepung sagu. Selain itu berdasarkan al-quran baru akan masuk jannah setelah ada onta bisa masuk lubang jarum (qs: Al a’raf 7 :40 ). Balas 20. Banta | Maret 25, 2008 at 7:57 am Yayat Hendrayana, anda terlalu emosional dan tidak mencirikan diri sebagai seorang mukmin yang baik. Mungkin dzikir akbar yang dilaksanakan oleh Kiyai-kiyai itu merupakan bisnis anda, mudah2 an dugaan saya ini salah, sehingga ketika ada yang mengatakan bahwa berdzikir berjamaah itu bid’ah anda langsung kalap. Agar anda maklum bahwa dalil2 yang anda kemukakan dalam tulisan anda itu benar, tidak perlu diperdebatkan; yang menjadi persoalan adalah cara mereka melakukan dzikir. Pernahkan Rasulullah SAW mencontohkan cara dzikir seperti yang dilakukan oleh kiyai2 itu; atau adakah contoh yang seperti itu dari para sahabat atau pernah difatwakan oleh Imam Mujtahid Asli (Hanafi, Maliki, Hanbali dan Syafii). Praktek dzikir berjamaah, tahlil berjamaah, istigozah dan lain-lain adalah ciptaan baru dari kelompok Sufi yang tidak berdasar kepada tata cara dan adab melakukannya yang bersumber dari Rasulullah SAW dan Para Sahabat beliau. Maaf sekali lagi, saya bukan bermaksud menunding; bahwa para kiyai Pesantren di Nusantara ini mengembangkan dan melestarikan cara-cara yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan Para Sahabat dalam berdzikir dan berdo’a guna menempatkan mereka sebagai Public Figure dan mendapat pujian dari masyarakat. Nauzubullahi min dzalik. Balas 21. ikhwanukum fil Islam | Maret 30, 2008 at 2:16 pm wawan, banta , noviandi dan semua bercomments di atas,… Anda itu belum berhak menilai, dan menyalahkan seseorang dengan mengatakan itu bid’ah, itu salah dan itu tak dilakukan olen nabi sepertinya anda-anda sekalian telah menguasai seluruh ilmu yang ada di dunia ini, pengetahuan yang anda-anda tau itu hanya secuil dari ilmu-ilmu yang ada. saya harap anda jangan sekali menyalahkan seseorang tanpa dalil dan pengetahuan. ikhwani…. jangan gara-gara persoalan bid’ah itu kita umat Islam terpecah-pecah dan saling gondo-gondokan, dan saling salah menyalahkan. orang-orang non musim itu tertawa melihat kita demikian. Agar kita selamat.. marilah kita intropeksi diri apkah amal ibadah kita ini sudah benar, dan apakah kita selalu menjalankan apa yang diperintah oleh Allah dan meninggalkan segala apa yang dilarangNya. Kita jangan sibuk dengan urusan orang lain…, perbaikti amal ibadah kita… Jangan buka aib sesama orang Islam, itu sangat jelek sekali menjelek-jelekkan teman seakidah, itu tidak boleh, dilarang oleh Allah.ya…. Akhirnya, anda sekalian..! jangan merasa paling benar, jangan merasa paling berilmu, jangan merasa paling tau, jangan merasa paling sholeh, jangan merasa paling,.. dan pokoknya janganlah merasa…merasa. karena merasa dan menganggap sudah lebih dari yang lain itu adalah termasuk syirik kecil. fahaaaam…. kata pak ustadz…! Balas 22. ebeng | April 28, 2008 at 11:39 pm insyaaalooh Balas 23. HAMBA ALLAH | Juli 10, 2008 at 11:12 am Permasalahan saling menjelek2an antar umat islam ini adalah suatu permasalahan klasik yang telah terjadi selama berabad-abad. semua orang merasa paling benar dengan mengutamakan dalil-dalil yang dibawanya, dan saling menuduh dan mengecam. padahal hanya Allah sajalah yang berhak menilai dan hanya dialah yang yang menentukan segala sesuatu. dan bukanlah hak kita sebagai muslim untuk mengambil hak Allah tersebut dengan mengkafir-kafirkan sesama muslim. naudzubillah…bukankah Allah maha penerima taubat, sedangkan kita saling mengkafir2kafirkan sesama..seakan-akan kita yang paling benar.mengapa kita tidaklah mencari persamaan diantara berbagai macam perbedaan, toh kita esama muslim..sesama orang yang bersyahadat kepada Allah.. sesaama orang yang meyakini Nabi Muhammad SAW adalah rasul dan utusan yang terakhir..toh perbedaan itu tetaplah ada sampai hari kiamat nanti..biarlah “Sang Hakim” saja yang menilai segala perbuatan kita..dan biarkan kita saling berbaik sangka terhadap sesama saudara muslim kita….semoga Allah merahmati kita semua Balas 24. Lani | Juli 16, 2008 at 12:03 pm Bagaimana kaitannya dengan alquran “Fa man Ya’mal misqola zarotin khoiron yarohu” ? kontradiksi dong? Apakah yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah tidak boleh kita kerjakan meskipun itu berdalil kepada Agama? seperti misalnya Maulid Nabi? karena Maulid Nabi isinya adalah doa dan pujian serta syiar Islam. seperti misalnya Tahlil? kan isinya semua tentang doa2 yang ada di Alquran? Balas 25. ANDRI | Oktober 21, 2008 at 1:58 am SUDAH SAATNYA KITA BLJR AGAMA DG BENAR DAN SESUAI DG AL QUR’AN.PADAHAL APABILA TELAH SESUAI DG AL QUR’AN,MENJALANKAN ISLAM TDK LAH BEGITU BERAT.MALAH LBH MASUK AKAL DR PD PELAKU BID’AH.THX ATAS ARTIKELNYA.ALLAH MAHA BESAR Balas 26. Pengertian Bid’ah &&hellip | Nopember 7, 2008 at 3:00 pm [...] [selengkapnya] [...] Balas 27. Dhea | Nopember 7, 2008 at 9:05 pm Bid’ah dlm ibadah mmg sesat,wong dalilny jg udah ada..ya sbgai ssma muslim hrs slg mengingatkan,tp sygny yg d ingatkan kdg mlh ngeyel..ngrasa sdh bnr,pdhl salah..heran.. Balas 28. dihka’s Blog » BID&&hellip | Nopember 21, 2008 at 3:38 pm [...] PENGERTIAN BID’AH MACAM-MACAM BID’AH DAN HUKUM-HUKUMNYA [...] Balas 29. Hamba Allah | Nopember 24, 2008 at 12:18 am Assalamu’alaikum wr.wb, Kalau mau aman ikutilah apa yang diajarkan dalam Alqur’an, sunnah Rasul, dan para sahabatnya. Hal ini pernah disampaikan Rasulullah dalam hadis shahihnya… (silakan dicari sendiri..:-) …Hal-hal yang tidak jelas (biasanya tradisi peninggalan nenek moyang), yang menimbulkan pertentangan pendapat sebaiknya tinggalkanlah. Insya Allah, Allah akan memberi jalan untuk hal-hal yang diridhoi-nya. Sebagai umat Islam, sudah kewajiban kita untuk memeluk Islam secara utuh…. sesuatu yang menimbulkan pertanyaan bagi diri sendiri mesti dicari… juklak dari hukum Alqur’an dijelaskan oleh hadis….referensi Ilmu hadis sudah lebih banyak ditemui saat ini… buku-buku banyak, search di Internet juga mudah…. hadis yang lengkap dengan perawinya bisa jadi petunjuk apakah hadis tersebut shahih atau tidak. Hukum bid’ah memang berat… dan sering tidak disadari bahwa hal-hal yang biasa dilakukan pada kenyataannya bid’ah. Mudah-mudahan Allah memberi petunjuk bagi hambaNya yang ingin menggapai ridhonya. Salah satu buku yang bisa jadi referensi: “Bid’ah-Bid’ah yang Dianggap Sunnah” karangan Syaikh Muhammad ‘Abdus-salam. Wassalamu’alaikum wr.wb. Balas 30. abdal malik | Nopember 26, 2008 at 11:06 am Assalamu ‘alaikum, ikut urun rembug, sunnah dan bid’ah mudah-mudahan bermanfaat, Amin. Balas 31. Abu_Hanifah | Desember 17, 2008 at 8:48 am Assalamualaikum akhi pemilik blog ini… Ana hanya ingin sekedar membagi pengalaman pada akhi mengenai cara menanggapi ahli dan pendukung bid’ah seperti para komentator di atas.Dulu ana jg pernah dihadapkan oleh orang orang ahli bid’ad dan para pemuja bid’ah dan bahkan mreka membangkang hujjah dalil tentang bid’ah yg jelas-jelas syaiton lebih menyukai orang yg melakukan bid’ah daripada orang yg berbuat maksiat.Karena bahwasannya salafiyyin sejati gx akn pernah melakukan bid’ah.Namun kalo melakukan maksiat mungkin salafiyyin jg berpotensi melakukannya.Singkatnya ana dulu diberitahu oleh salah seorang ikhwan salafiyyin yg insya Alloh dan semoga Beliau tetep istiqomah bahwasannya syaiton memang paling sulit menggoda para pecinta sunnah untuk melakukan bid’ah.Dan Syaiton lebih menyukai bid’ah daripada maksiat.Mungkin sj krn bid’ah itu kebanyakan orang menganggapnya adalah perbuatan baik dan bernilai ibadah sedangkan maksiat itu anak kecil seusia (maaf:anak TK/playgroup) sekalipun udah di ajarkan sejak dini. Jadi kita do’akan sj semoga para saudara kita yg mendukung segala bentuk bid’ah ini segera dibukakan pintu hidayahnya olh Alloh Azza Wa jalla. Amin… dan satu lagi perkataan seorang ikhwan itu pd ana bahwa: jika kita diajak berdiskusi tentang islam oleh seseorang yg nonmuslim dan bukan karena ia ingin mengetahui islam yg sesungguhnya namun hanya krn ingin sekedar mencela ato bahkan menebarkan syubhat syubhat maka jangan dihiraukan.Dan katakan sj padanya “Andaikan apa yg saya yakini dan saya amalkan tentang ajaran islam ini adalah kebenaran dan ternyata pendapat anda salah maka semoga Alloh melaknat anda dan keluarga anda beserta tujuh keturunan anda.Namun andaikan apa yang saya yakini dan amalkan tentang ajaran islam ini adalah kesesatan/tersalah dan pendapat anda benar, maka semoga Alloh melaknat saya dan keluarga saya beserta tujuh keturunan saya. jadi begitu akh,,, bisa juga pernyataan ini untuk membungkam mulut-mulut kotor dan keji para pendukung bid’ah yang menolak hujjah dalil kebenaran itu. Daripada capek-capek menanggapi ganggap ocehan mreka yang memang sengaja mau menyesatkan diri dalam dosa-dosa besar karena hawa nafsu mreka. Mreka itu hanya orang-orang sombong yang dengan tidak ataupun sengaja menganggap bahwa apa yang di contohkan Rosul itu belum sempurna dan harus ditambah lagi dengan amalan baru.Mreka terlalu menuruti hawa nafsu mreka dengan tidak mau mendengar hujjah dalil kebenarannya. Ingat kan akh waktu imam imam kita yg ahli hadits itu mengatakan kepada murid-muridnya untuk tidak mengambil pendapat salah satu imam saja dan menganjurkan untuk mengambil pendapat imam lain yg dirasa lebih benar dari pendapat mreka. Bayangkan akh…mreka itu ahli hadits dan mreka sangat istiqomah memegang teguh qur’an dan sunnah namun mreka tawadu’ sedangkan orang-orang yg mencintai bid’ah ini hanya sok menolak dalil kebenaran dan hanya menganggap pendapat mreka paling benar padahal jelas jelas salah total. Sudah akh,.,gx usah ladeni mreka.Khawatir akhi nanti emosi. (afwan,, ana agak keras dalam hal ini soalnya memang watak ana seperti ini) Balas 32. usman | Februari 7, 2009 at 10:08 am titik dan baris pada qur’an bid’ah nggak?bikin kitab2 agama bid’ah ga?penentuan shalat pakai jam bid’ah nggak?mencaci maki ulama bid’ah apa biadab?jangan cuma berdalih ada perintah ada hadis buat membukukan qur’an dan hadits.kalau memang ada perintah kenapa para sahabat nggak membukukan hadits sampai nunggu ratusan tahun?masak sahabat kagak pada ada yang ngarti.inimah tafsiran lue aja yang semau gue.mas emang orang tolol semua kayak lue Balas 33. khansanailah | Februari 17, 2009 at 6:26 pm ishbir ya akhii @ yang komen di atas … astaghfirullah.. sungguh perkataan ga layak diucapkan oleh seorang muslim kepada saudaranya.. fatwa syaikh tsb dipost dlm blog ini kan tujuannya untuk mengingatkan dan memberi tahu kepada yang lainnya.. menurut ana kalau antum ga bisa terima kenyataan dan ga bisa mengikuti ya silahkan… toh bukan penulis atau yamg berfatwa yang merugi… suka ga suka ini adalah syari’at, kalau bersedia ya silahkan taa… kalau ga juga silahkan… tp ga perlu memaki orang lain. semoga Allah subhanahu wata’ala memberikan kesabaran serta ampunannya kpd kita semua amin. Balas 34. ipank | Maret 9, 2009 at 9:50 pm lebih baik kita pahami hadist rosul ttg “hati”….lalu jika dgn berdzikir sekalipun dgn berjama’ah akan membuat hati kita tenang,damai n selalu mengingat ALLAH kenapa semua itu dinyatakan bid’ah??…sudahlah tak usah dipermasalahkan selama ibadah itu menjadi kita merasa dekat dengan ALLAH (hati tenang,damai dan selalu bersyukur)…ALLAH itu MAHA LUAS KASIH & SAYANG-NYA Balas 35. dani | Mei 1, 2009 at 8:36 am Rosulullah bersabda yang kurang lebih artinya sebagai berikut.. Zaman/generasi yang paling baik adalah pada zamanku…kemudian berikutnya lagi dan berikutnya lagi…..dst sekarang?????? Balas 36. itminaan90 | Mei 7, 2009 at 2:25 pm Assalamualaikum ….. Ana ada satu kemusykilah disini, ana berharap tuan pemilik blog dapat memberi sedikit penjelasan mengenainya. Ana khuatir akan tersalah erti dengan konsep bid’ah ini. **Catatan : Orang yang membagi bid’ah menjadi bid’ah hasanah (baik) dan bid’ah syayyiah (jelek) adalah salah dan menyelesihi sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Artinya : Sesungguhnya setiap bentuk bid’ah adalah sesat”.** Bagaimana dengan Imam Syafie RH yang berpendapat bahawa bid’ah terbahagi kepada 2: Bid’ah yang bercanggah dengan Al-Quran, hadith, athar, dan ijma’. Ini adalah sesat. 2- Bid’ah yang membawa kebaikan dan faedah untuk ummat Islam. Imam Syafie adalah imam madzhab Ahle Sunnah Wal Jamaah.Lalu apakah jawapan terbaik untuk menyatukan kedua-dua pendapat ini ? Balas 37. ahmad | Mei 13, 2009 at 10:11 am arti bid’ah menurut hadist adalah sesuatu hal yang baru, pertanyaan apakah setiap hal yang baru adalah sesat, jika ada yang mengatakan ” ya ” saya pikir ini sangat keliru. saya harap untuk belajar lagi agamanya,, Balas 38. Hasan | Mei 22, 2009 at 2:44 pm Ternyata kalau Ana telah semua….., kebanyakan manusia merasa bahwa dirinya sudah pintar, dirinya sudah benar, apa yang dilakukannya sudah benar, sehingga dalam menaggapi masalah kalau tidak cocok dengan apa yang selama ini dilakukan kita malah tersinggung bahkan mungkin marah…… Saudara-saudaraku…. seiman dan seaqidah, tentu kita sependapat…… bahwa kita semua tidak ingin apa yang kita lakukan sia-sia bahkan justru jadi dosa. Saya berkeyakinan kalau dalam diri kita ada rasa keinginan mencari kebenaran….. Pasti akan Allah tunjukan………! Jangan langsung setiap orang yang tidak sepaham dengan kita, lantas kita benci…. apalagi misalnya menyinggung guru kita yang notabene banyak pengikutnya…….. Banyak pengikut bukan jadi ukuran……. untuk sebuah kebenaran…… Oleh karenanya mari kita pelajari Al-Qur’an dan Hadist secara gamblang. Niatkan dalam hati yang suci…… untuk sebuah kebenaran….. pasti akan didapatkan …… Balas 39. aan | Juli 20, 2009 at 9:43 am buat admin… ma’af sy lama gak muncul… buat itminaan90… semua orang atau golongan selalu lantang mengatakan bahwa dirinya Ahlu Sunnah Wal Jama’ah… padahal kalu tdk salah yg namanya Ahlu Sunnah Wal Jama’ah adalah mereka atau seseorang yg mengikuti Sunnah… dan tentunya juga berusaha menghidupkan sunnah… bukan malah mematikannya dan menggantinya dg bid’ah… Nah… sekarang kita tinggal meneliti… memilah dan akhirnya akan bisa memilih mana yg dapat disebut sebagai Ahlu Sunnah Wal Jama’ah… karena yg namanya Ahlu Sunnah Wal Jama’ah bukan yg terbesar jumlahnya… tetapi biarpun sedikit kalu dia mengikuti sunnah… berusaha menghidupkan sunnah dan menjauhi bid’ah… maka mereka disebut Ahlu Sunnah Wal Jama’ah… walaupun hanya seorang diri… Jadi buat Itminaan90,…. mohon pelajari dulu secara tuntas kitab2 Imam Syfi’ie… Karena setahu sy … banyak ajaran2 beliau yg tidak diamalkan bahkan diingkari oleh mereka yang mengaku Ahlu Sunnah Wal Jama’ah… Jadi jangan sampai kita terpaku pada jumlah jama’ah.. yg terbesar terus kita anggap sebagai Ahlu Sunnah Wal Jama’ah… biarpun dalam dakwahnya mereka selalu mengatakan bhw merekalah Ahlu Sunnah Wal Jama’ah… padahal sebenarnya sangat jauh dan bahkan menyimpang dari dari ajaran Ahlu Sunnah Wal Jama’ah yg sesungguhnya… Hati2lah terhadap bid’ah… krn menurut sy bid’ah itu sangat halus… tapi sangat memaksa… dan memecah belah umat islam…. dan pelaku2 bid’ah sangat mudah tersinggung apabila ada orang muslim yg mempertanyakannya… meragukannya… menentangnya atau tdk mengamalkannya… Sungguh mereka sudah dikuasi oleh ahwa (hawa nafsu)… , pendendam,… biarpun mereka terlihat rajin beribadah…. tetapi mereka juga mematikan sunnah…. Balas 40. aan | Juli 21, 2009 at 10:26 pm Ralat… buat Imtinaan90 Jadi buat Itminaan90,…. mohon pelajari dulu secara tuntas kitab2 Imam Syfi’ie… Karena setahu sy … banyak ajaran2 beliau yg tidak diamalkan bahkan diingkari oleh mereka yang mengaku sebagai pengikut Beliau (Imam Syafi’ie)…. yg selalu mengatakan mereka Ahlu Sunnah Wal Jama’ah… Balas Leave a Comment Klik di sini untuk membatalkan balasan. Name Required Email Required, hidden Url Comment Notify me of follow-up comments via email. Some HTML allowed:

       

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed

--------------------------------------------------------------------------------
Pencarian untuk:   
Kalender
April 2006 M S S R K J S 
    Mei » 
  1 
2 3 4 5 6 7 8 
9 10 11 12 13 14 15 
16 17 18 19 20 21 22 
23 24 25 26 27 28 29 
30   

Tulisan Terakhir
MEMAKNAI MUSIBAH 
MENJUAL BARANG SECARA KREDIT, TETAPI BARANG TERSEBUT BELUM MENJADI MILIK SIPENJUAL KETIKA MENJUALNYA 
RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM MENGANJURKAN BERBUKA PUASA DENGAN KURMA 
MAKAN TUJUH BUTIR KURMA AJWAH DAPAT MENANGKAL RACUN DAN SIHIR 
MANFAAT BUAH KURMA MENURUT SUDUT PANDANG MEDIS MODERN 
Halaman
About 
Arsip
 Pilih Bulan September 2007  (8) Juni 2007  (5) Mei 2007  (1) April 2006  (6) 
Kategori 
'Ulama (1) 
Bantahan (3) 
Bid'ah (1) 
Fatawa (2) 
Hadits Fitnah (1) 
Hukum Bacaan Shodaqollohuladziim (1) 
Jual Beli (1) 
Kolom Ummi (1) 
Kurma dan Manfaatnya (3) 
Lain-lain (3) 
Puasa (1) 
Tanda2 Kiamat (1) 
Tashfiyah (2) 
Kategori Awan
'Ulama Bantahan Bid'ah Fatawa Hadits Fitnah Hukum Bacaan Shodaqollohuladziim Jual Beli Kolom Ummi Kurma dan Manfaatnya Lain-lain Puasa Tanda2 Kiamat Tashfiyah 
Yang Paling Sering Dilihat :
MANFAAT BUAH KURMA MENURUT SUDUT PANDANG MEDIS MODERNPENGERTIAN BID'AH MACAM-MACAM BID'AH DAN HUKUM-HUKUMNYAKaligrafi Di Dalam MasjidList Dokter kandungan Wanita dari Milis AsSunnahHadits Hudzaifah Radhiyallahu Ta'ala 'AnhuBantahan thd Tuduhan Dusta dan Fitnah Fauzan - MMI -Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata tentang para SahabatShalawat NariyahMuslim in Brixton Videos LinkHukum Membaca Shadaqallahul ‘AzhimHijamah / BekamKlik tertinggi
youtube.com/profile_video…-Telah Dilihat
29,282 Kali 
Komentar Sampah Yg Telah Ditelan :
438
 komentar spam
diblokir oleh
Akismet
Komentar yang Baik-Baik Saja :
aan on PENGERTIAN BID’AH MACAM-MACAM BID’AH DAN HUKUM-HUKUMNYA
aan on PENGERTIAN BID’AH MACAM-MACAM BID’AH DAN HUKUM-HUKUMNYA
puput on Shalawat Nariyah
Imam syafii on Shalawat Nariyah
fani on List Dokter kandungan Wanita dari Milis AsSunnah
ashabulkahfi on Shalawat Nariyah
iyus yusuf on MANFAAT BUAH KURMA MENURUT SUDUT PANDANG MEDIS MODERN
rika on List Dokter kandungan Wanita dari Milis AsSunnah
herbalpersada on MANFAAT BUAH KURMA MENURUT SUDUT PANDANG MEDIS MODERN
Hasan on PENGERTIAN BID’AH MACAM-MACAM BID’AH DAN HUKUM-HUKUMNYA
WatuItem on Shalawat Nariyah
ahmad on PENGERTIAN BID’AH MACAM-MACAM BID’AH DAN HUKUM-HUKUMNYA
H.Riyanta.SE on Shalawat Nariyah
linda on List Dokter kandungan Wanita dari Milis AsSunnah
itminaan90 on PENGERTIAN BID’AH MACAM-MACAM BID’AH DAN HUKUM-HUKUMNYA
Meta
Masuk log 
RSS Entri 
RSS Komentar 
WordPress.com

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s